AMBON – BERITA MALUKU. Walikota Ambon, Richard Louhenapessy melantik sebanyak 120 Kewang yang berasal dari 5 Kecamatan, masing-masing kecamatan, Leitimur Selatan, Teluk Ambon, Baguala, Sirimau, dan Nusaniwe pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kota ke 437 di Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (7/9).
Selain melantik Kewang, Walikota Juga menyerahkan 10 KTP Elektronik (e-KTP) kepada tamu kehormatan, antara lain Gubernur Maluku dan istri, Wakil Walikota dan Istri serta perwakilan masyarakat.
Usai menghadiri upacara HUT Kota Ambon, Louhenapessy menyatakan, bahwa pelantikan kewang ini bertujuan untuk membangun kembali kearifan lokal yang dimiliki oleh kota Ambon.
"Kewang lingkungan hidup ini juga merupakan aset budaya yang perlu dilestarikan. Mereka harus menjadi ikon pariwisata kota Ambon," jelasnya.
Kewang-kewang ini akan secara bergantian setiap hari menjaga aset budaya pariwsata yang ada di pusat kota. Para Kewang tersebut diberikan tanggungjawab untuk menjaga dan memelihara aset pariwisata yang ada di kota, mislanya Pattimura Park, Gong Perdamaian Dunia (GPD), Kantor gubernur Maluku, kantor Walaikota Ambon.
Mereka juga harus menjadi contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat kota Ambon, selain menjadikan kota Ambon sebagai kota yang bersih, nyaman, aman serta tertib."
Adry, salah seorang Kewang asal kecamatan Baguala menyatakan, dirinya serta teman-teman lainnya sangat mengapresiai apa yang dilakukan Walikota.
"Kami sangat berterimaksih kepada Walikota yang mau melantik kami sebagai kewang hal itu dilakukan supaya kami senantiasa dapat menjaga dan memelihara kota ini. Tugas ini menjadi tanggungjawab kami dan prioritas yang harus kami lakukan, tentunya untuk menjaga agar kota Ambon ini tetap manise," jelasnya. (BM15)
Selain melantik Kewang, Walikota Juga menyerahkan 10 KTP Elektronik (e-KTP) kepada tamu kehormatan, antara lain Gubernur Maluku dan istri, Wakil Walikota dan Istri serta perwakilan masyarakat.
Usai menghadiri upacara HUT Kota Ambon, Louhenapessy menyatakan, bahwa pelantikan kewang ini bertujuan untuk membangun kembali kearifan lokal yang dimiliki oleh kota Ambon.
"Kewang lingkungan hidup ini juga merupakan aset budaya yang perlu dilestarikan. Mereka harus menjadi ikon pariwisata kota Ambon," jelasnya.
Kewang-kewang ini akan secara bergantian setiap hari menjaga aset budaya pariwsata yang ada di pusat kota. Para Kewang tersebut diberikan tanggungjawab untuk menjaga dan memelihara aset pariwisata yang ada di kota, mislanya Pattimura Park, Gong Perdamaian Dunia (GPD), Kantor gubernur Maluku, kantor Walaikota Ambon.
Mereka juga harus menjadi contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat kota Ambon, selain menjadikan kota Ambon sebagai kota yang bersih, nyaman, aman serta tertib."
Adry, salah seorang Kewang asal kecamatan Baguala menyatakan, dirinya serta teman-teman lainnya sangat mengapresiai apa yang dilakukan Walikota.
"Kami sangat berterimaksih kepada Walikota yang mau melantik kami sebagai kewang hal itu dilakukan supaya kami senantiasa dapat menjaga dan memelihara kota ini. Tugas ini menjadi tanggungjawab kami dan prioritas yang harus kami lakukan, tentunya untuk menjaga agar kota Ambon ini tetap manise," jelasnya. (BM15)
Tag :
Ambon